top of page

Tren Arsitektur Berkelanjutan di Indonesia: Biophilic Design dan Material Ramah Lingkungan

  • Gambar penulis: AKUKursus
    AKUKursus
  • 21 Jun
  • 4 menit membaca

Keberlanjutan bukan lagi sekadar kata kunci pemasaran di dunia arsitektur dan desain interior. Di Indonesia, kesadaran akan dampak lingkungan dari sektor konstruksi terus meningkat, baik dari sisi pengembang, arsitek, maupun klien individu yang semakin peduli terhadap jejak karbon hunian mereka.


Tren Arsitektur Berkelanjutan di Indonesia: Biophilic Design dan Material Ramah Lingkungan

Artikel ini membahas bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam praktik arsitektur dan desain interior di Indonesia, material apa saja yang menjadi pilihan utama, dan bagaimana tren ini membentuk cara kerja industri ke depan.


Mengapa Arsitektur Berkelanjutan Semakin Relevan di Indonesia?

Indonesia menghadapi tantangan iklim yang nyata: suhu perkotaan yang terus meningkat, krisis air di beberapa wilayah, dan ketergantungan tinggi pada energi listrik untuk pendinginan ruangan. Bangunan dan hunian memainkan peran besar dalam konsumsi energi dan sumber daya, sehingga pendekatan desain yang lebih bertanggung jawab menjadi semakin penting.


Di sisi lain, ada juga dorongan ekonomi. Bangunan yang dirancang dengan prinsip keberlanjutan umumnya memiliki biaya operasional yang lebih rendah dalam jangka panjang, terutama dari sisi konsumsi listrik untuk pendinginan dan pencahayaan. Ini membuat investasi awal pada desain berkelanjutan semakin masuk akal secara finansial, bukan hanya etis.


Biophilic Design: Pendekatan yang Paling Banyak Diadopsi

Dari semua pendekatan desain berkelanjutan, biophilic design adalah yang paling banyak diterapkan di proyek-proyek Indonesia saat ini. Prinsip dasarnya sederhana: mengintegrasikan elemen alam ke dalam ruang buatan manusia untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat antara penghuni dan lingkungannya.


Penerapan Biophilic Design yang Umum di Indonesia

  • Ventilasi silang alami yang mengurangi ketergantungan pada AC

  • Skylight dan bukaan besar untuk memaksimalkan cahaya matahari sepanjang hari

  • Taman dalam ruangan (courtyard) sebagai paru-paru bangunan

  • Green wall atau dinding tanaman vertikal di area terbatas

  • Material alami lokal yang tidak memerlukan proses pengolahan tinggi


Keunggulan biophilic design di iklim tropis Indonesia adalah kemudahan eksekusinya. Tanaman tumbuh subur sepanjang tahun, dan prinsip ventilasi silang sudah lama menjadi bagian dari arsitektur tradisional Nusantara jauh sebelum istilah ini populer secara global.


Material Ramah Lingkungan yang Semakin Diminati

Pemilihan material adalah salah satu keputusan desain dengan dampak lingkungan paling signifikan. Berikut material yang semakin banyak dipilih arsitek dan desainer interior di Indonesia karena pertimbangan keberlanjutan:


Bambu

Bambu adalah material yang tumbuh sangat cepat dibanding kayu konvensional, membuatnya jauh lebih berkelanjutan sebagai sumber daya. Di Indonesia, bambu sudah lama digunakan dalam konstruksi tradisional, dan kini kembali populer dalam desain kontemporer berkat kekuatan strukturalnya yang ternyata sebanding dengan beberapa jenis kayu keras.


Kayu Bersertifikat

Penggunaan kayu dengan sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan semakin menjadi pertimbangan, terutama untuk proyek-proyek skala besar atau yang menyasar pasar internasional. Sertifikasi ini memastikan kayu yang digunakan berasal dari hutan yang dikelola dengan praktik penebangan yang bertanggung jawab.


Material Daur Ulang dan Upcycled

Penggunaan material bekas yang diolah kembali, baik itu kayu reclaimed, logam daur ulang, atau bahkan limbah industri yang diubah menjadi material bangunan, semakin banyak muncul terutama di proyek-proyek dengan karakter desain yang lebih eksperimental dan personal.


Cat dan Finishing Rendah VOC

Volatile Organic Compounds (VOC) dalam cat dan finishing konvensional berkontribusi pada polusi udara dalam ruangan. Cat dengan kandungan VOC rendah atau bebas VOC semakin banyak tersedia di pasar Indonesia dan menjadi pilihan yang lebih sehat untuk penghuni, terutama di ruang tertutup seperti kamar tidur.


Efisiensi Energi dalam Desain Bangunan

Selain material, orientasi dan desain pasif bangunan memainkan peran besar dalam efisiensi energi. Di iklim tropis Indonesia, prinsip-prinsip berikut semakin banyak diterapkan:

  • Orientasi bangunan yang meminimalkan paparan sinar matahari langsung di siang hari

  • Overhang atau kanopi yang melindungi jendela dari panas matahari langsung

  • Material atap dengan reflektivitas tinggi untuk mengurangi penyerapan panas

  • Penggunaan kaca low-E (low emissivity) pada bukaan besar

  • Tata letak ruangan yang memaksimalkan pencahayaan alami sehingga mengurangi kebutuhan lampu di siang hari


Tantangan Penerapan Desain Berkelanjutan di Indonesia

Meski tren ini terus berkembang, ada tantangan nyata yang dihadapi dalam penerapannya di lapangan. Biaya awal material berkelanjutan terkadang lebih tinggi dibanding material konvensional, meski dalam jangka panjang seringkali lebih hemat. Ketersediaan material tertentu juga masih terbatas di beberapa daerah di luar kota besar.


Edukasi klien juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua klien memahami nilai jangka panjang dari investasi pada desain berkelanjutan, sehingga peran desainer dalam mengkomunikasikan manfaat ini menjadi sangat penting.


Bagaimana Desainer Bisa Mempersiapkan Diri untuk Tren Ini?

Bagi yang sedang membangun karir di bidang arsitektur dan desain interior, pemahaman tentang material berkelanjutan dan prinsip desain pasif menjadi nilai tambah yang semakin dicari klien dan studio desain.


Ini bukan hanya soal mengetahui nama-nama material, tapi memahami bagaimana mengintegrasikannya ke dalam desain secara fungsional dan estetis, serta bagaimana mengkomunikasikan nilai tambahnya kepada klien yang mungkin awalnya hanya fokus pada tampilan visual.


Kemampuan ini juga membutuhkan penguasaan teknis yang solid: bagaimana menggambarkan detail konstruksi material-material ini dalam gambar kerja, bagaimana memvisualisasikannya secara meyakinkan dalam render 3D, dan bagaimana menghitung implikasi biayanya dalam RAB.


Pelajari Desain yang Relevan dengan Masa Depan Bersama AKUKursus

AKUKursus mengajarkan fondasi teknis yang kamu butuhkan untuk mengeksekusi desain apapun, termasuk pendekatan berkelanjutan yang semakin diminati industri. Tutor yang aktif mengerjakan proyek nyata akan membantumu memahami cara kerja material, prinsip desain pasif, dan cara mempresentasikan solusi desain yang bertanggung jawab kepada klien.


Belajar privat 1-on-1 dengan materi yang disesuaikan dengan minat dan tujuanmu. Tersedia offline di Jakarta Selatan (Tebet atau Pancoran), online via Zoom, atau kombinasi keduanya.

Hubungi AKUKursus sekarang untuk konsultasi awal yang gratis: WhatsApp 0857 9107 4780.

Komentar


bottom of page